Software, Antivirus, Komputer, Internet, Hacking, Artikel, Moto GP, Sports, Bola, Tutorial Photoshop, Teknologi, Pendidikan, Windows, Cheat game Online, Cheat Ninja Saga, PALMA 21,Tips, Pengetahuan Umum, Pembelajaran TIK, RPP
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Maret 2012
Kamis, 08 September 2011
Renungan Harian 08 September 2011
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?Tidak ada lagi alasan untuk hidup di bawah tekanan keadaan-keadaan Anda, depresi dan putus asa. Tidak peduli seberapa seringnya Anda terpukul jatuh, teruslah bangkit dan berdiri lagi. Tuhan melihat keputusan Anda. Ia melihat tekad Anda. Dan saat Anda melakukan segala sesuatu yang dapat Anda lakukan, itulah saat Tuhan akan melangkah dan melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan.
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” – Lukas 18: 7-8
Sabtu, 03 September 2011
Berdoa Bukan Untuk Menang
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsingkan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalurl lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo…ayo…cepat…cepat, maju…maju”, begitu teriak mereka. Ahha… sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati “Terima kasih.”
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu disehkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku , hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Renungan :
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon kepada Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan- Nya, dan panduan-Nya?
Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya agar tetap setia dan percaya kepadaNya.
Tuhan memberkati.
Sumber :
Grup fb Mengucap Syukur Dalam Segala Hal
Renungan Harian 03 September 2011
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! – Mazmur 51: 12Tuhan berjanji akan mengubah tantangan-tantangan yang Anda hadapi menjadi batu loncatan untuk mengalami multiplikasi dan promosi. Anda mungkin merasa Anda hanyalah seorang biasa saja. Namun percayakah Anda, Tuhan memakai orang-orang biasa seperti Anda dan saya untuk melakukan hal-hal yang besar, yang luar biasa! Tuhan tidak sedang mencari orang yang berparas cantik atau berperawakan besar dan berkedudukan tinggi. Tuhan sedang mencari hati yang bersedia, hati yang siap untuk dibina dan bertumbuh.
Selasa, 02 Agustus 2011
Bahan Saat Teduh 2 Agustus 2011
Novelis dari Rusia, Aleksandr Solzhenitsyn, berkata: ”Bukan tingkatan kekayaan yang membuat kita bahagia, tetapi relasi dari hati ke hati dan cara kita melihat dunia. Kedua sikap hati itu ada di dalam kuasa kita, sehingga manusia bisa tetap bahagia selama ia memilih untuk bahagia, dan tidak ada yang dapat menghentikannya.”
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya kekayaan yang kita miliki, tetapi oleh hubungan kasih yang kita milki. Banyak orang yang rela mengorbankan relasi dengan orang yang dikasihi untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan. Bila kita ingin bahagia, kita harus menghargai orang lebih daripada barang.
Kebahagiaan ditentukan oleh cara kita melihat dunia ini. Bila kita berpikir bahwa dunia berhutang kepada kita dan dunia harus membahagiakan kita, maka kita akan jauh dari kebahagiaan. Jangan mengharapkan apa yang dunia dapat lakukan untuk kita, tetapi lakukanlah sesuatu bagi dunia. Buatlah perubahan yang positif di dunia ini dan hidupmu akan diberkati dengan kebahagiaan.
Baca dan renungkanlah ayat-ayat di bawah ini.
1. Siapakah orang yang berbahagia? (Mazmur 119:1-3)
2. Apa yang harus kita lakukan untuk memenuhi panggilan Tuhan kepada sesama? (Matius 22:39).
3. Apakah satu cara yang nyata untuk mengasihi sesama? (Lukas 6:35).
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya kekayaan yang kita miliki, tetapi oleh hubungan kasih yang kita milki. Banyak orang yang rela mengorbankan relasi dengan orang yang dikasihi untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan. Bila kita ingin bahagia, kita harus menghargai orang lebih daripada barang.
Kebahagiaan ditentukan oleh cara kita melihat dunia ini. Bila kita berpikir bahwa dunia berhutang kepada kita dan dunia harus membahagiakan kita, maka kita akan jauh dari kebahagiaan. Jangan mengharapkan apa yang dunia dapat lakukan untuk kita, tetapi lakukanlah sesuatu bagi dunia. Buatlah perubahan yang positif di dunia ini dan hidupmu akan diberkati dengan kebahagiaan.
Baca dan renungkanlah ayat-ayat di bawah ini.
1. Siapakah orang yang berbahagia? (Mazmur 119:1-3)
2. Apa yang harus kita lakukan untuk memenuhi panggilan Tuhan kepada sesama? (Matius 22:39).
3. Apakah satu cara yang nyata untuk mengasihi sesama? (Lukas 6:35).
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Kamis, 28 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 28July 2011
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28
Winston Churchill berkata: “Orang yang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, orang yang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.”
Bagaimana kita melihat kehidupan ini? Dengan pesimis atau optimis? Ketika 12 pengintai di kirim untuk mengintai tanah Kanaan, yang dijanjikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel; mereka kembali dengan sikap pesimis. Mereka gentar melihat bangsa Kanaan yang perawakannya besar dan melihat diri mereka seperti belalang.
Tetapi Yosua dan Kaleb memilki visi yang berbeda. Mereka begitu optimis melihat tanah perjanjian yang penuh susu dan madu itu. Mereka melihat Tuhan yang lebih besar daripada bangsa Kanaan dan Tuhan yang sanggup menepati janji-Nya. Dalam setiap kesulitan, tersembunyi kesempatam-kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan bergantung kepada Tuhan!
Baca dan renungkanlah Bilangan 13:25-33
1. Bagaimanakah keadaan tanah negeri yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel? (ayat 27)
2. Apakah respon 10 pengintai? Apakah respon Kaleb? (ayat 28-33)
3. Apa yang terjadi kepada bangsa Israel ketika merka mendengar perkataan yang negatif? (Bilangan 14:1-4)
4. Bacalah keseluruhan Bilangan 14, apakah akibat bagi bagi mereka yang pesimis dan bagi Yosua dan kaleb yang optimis?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Winston Churchill berkata: “Orang yang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, orang yang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.”
Bagaimana kita melihat kehidupan ini? Dengan pesimis atau optimis? Ketika 12 pengintai di kirim untuk mengintai tanah Kanaan, yang dijanjikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel; mereka kembali dengan sikap pesimis. Mereka gentar melihat bangsa Kanaan yang perawakannya besar dan melihat diri mereka seperti belalang.
Tetapi Yosua dan Kaleb memilki visi yang berbeda. Mereka begitu optimis melihat tanah perjanjian yang penuh susu dan madu itu. Mereka melihat Tuhan yang lebih besar daripada bangsa Kanaan dan Tuhan yang sanggup menepati janji-Nya. Dalam setiap kesulitan, tersembunyi kesempatam-kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan bergantung kepada Tuhan!
Baca dan renungkanlah Bilangan 13:25-33
1. Bagaimanakah keadaan tanah negeri yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel? (ayat 27)
2. Apakah respon 10 pengintai? Apakah respon Kaleb? (ayat 28-33)
3. Apa yang terjadi kepada bangsa Israel ketika merka mendengar perkataan yang negatif? (Bilangan 14:1-4)
4. Bacalah keseluruhan Bilangan 14, apakah akibat bagi bagi mereka yang pesimis dan bagi Yosua dan kaleb yang optimis?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Rabu, 27 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 27July 2011
“Tetaplah berdoa.” I Tesalonika 5:17
George McCluskey setiap hari ia berdoa selama satu jam karena ia ingin anak-anaknya menjadi pengikut Tuhan. Setelah beberapa saat, ia juga mendoakan cucu-cucu dan cicit-cicitnya. Setiap hari antara jam 11-12 siang, ia berdoa untuk ketiga generasi berikutnya.
Tahun demi tahun, kedua anak perempuannya menyerahkan hidupnya pada Kristus dan menikah dengan pria yang melayani Tuhan fulltime. Kelima anak mereka menikah dengan pendeta atau menjadi pendeta.
Ada 2 anak laki-laki yang lahir dari generasi pertama ini. Setelah lulus dari SMA, kedua saudara sepupu ini masuk perguruan tinggi yang sama dan menjadi teman sekamar. Ketika mereka memasuki tahun kedua, salah seorang dari mereka memutuskan untuk melayani Tuhan fulltime. Satunya lagi memutuskan untuk meneruskan sekolahnya dalam bidang psikologi.
Ia mendapatkan gelar doktor dan menulis buku-buku untuk pendidikan anak yang best sellers. Ia memulai satu program radio yang didengar oleh lebih dari 1000 stasiun radio setiap hari. Orang ini bernama James Dobson.
Melalui doa-doanya, George McCluskey mempengaruhi lebih dari satu generasi.
Baca dan renungkanlah Yakobus 5:16
1. Apakah kehendak Tuhan untuk kita lakukan?
2. Doa siapakah yang di dengar Tuhan?
3. Sudahkah Anda mendoakan keluarga Anda?
4. Mulailah berdoa bagi mereka setiap hari
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
JESUS CHRIST
Minggu, 24 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 24July 2011
“Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.” (Amsal 24:11)
Joni (bukan nama sebenarnya) pernah kecanduan obat-obatan terlarang. Hidupnya hancur, beberapa kali ia hampir meninggal. Kini, Joni telah menjadi seorang murid Kristus. Ia telah belajar dari firman Allah bahwa mereka yang mati tanpa Kristus, akan terpisah dari Dia dalam kekekalan.
Suatu hari, sewaktu Joni berjalan-jalan di sepanjang jalanan yang ramai, ia mulai melihat orang-orang yang sedang berbelanja dan bergerak cepat. Mereka adalah orang-orang yang menuju kebinasaan. Dengan kepedulian yang mendalam, Joni berkata, “Orang-orang ini tidak boleh binasa!”
Salomo memohon, “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan” (Amsal 24:11). Ia juga memperingatkan bahwa begitu mata kita terbuka, kita tidak bisa bertindak seolah-olah kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Allah, yang menimbang hati kita dan menjaga jiwa kita, tahu bahwa kita tahu, dan menuntut kita bertanggung jawab untuk bertindak (ayat 12).
Pikirkanlah kenalan-kenalan Anda yang hidup tanpa Kristus. Mereka tidak boleh mati tanpa Dia! Yesus berkata, “Dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yohanes 11:26). Apakah Anda akan memberitakan kabar baik ini kepada mereka?
Baca dan renungkanlah Amsal 24:10-12 dan Yohanes 11:25-26
1. Siapakah orang yang harus kita bebaskan dan selamatkan? (Ams 24:11)
2. Siapakah Yesus? (Yoh 11:25)
3. Apa yang akan terjadi bila kita percaya kepada Yesus? (ayat 25-26)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Joni (bukan nama sebenarnya) pernah kecanduan obat-obatan terlarang. Hidupnya hancur, beberapa kali ia hampir meninggal. Kini, Joni telah menjadi seorang murid Kristus. Ia telah belajar dari firman Allah bahwa mereka yang mati tanpa Kristus, akan terpisah dari Dia dalam kekekalan.
Suatu hari, sewaktu Joni berjalan-jalan di sepanjang jalanan yang ramai, ia mulai melihat orang-orang yang sedang berbelanja dan bergerak cepat. Mereka adalah orang-orang yang menuju kebinasaan. Dengan kepedulian yang mendalam, Joni berkata, “Orang-orang ini tidak boleh binasa!”
Salomo memohon, “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan” (Amsal 24:11). Ia juga memperingatkan bahwa begitu mata kita terbuka, kita tidak bisa bertindak seolah-olah kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Allah, yang menimbang hati kita dan menjaga jiwa kita, tahu bahwa kita tahu, dan menuntut kita bertanggung jawab untuk bertindak (ayat 12).
Pikirkanlah kenalan-kenalan Anda yang hidup tanpa Kristus. Mereka tidak boleh mati tanpa Dia! Yesus berkata, “Dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yohanes 11:26). Apakah Anda akan memberitakan kabar baik ini kepada mereka?
Baca dan renungkanlah Amsal 24:10-12 dan Yohanes 11:25-26
1. Siapakah orang yang harus kita bebaskan dan selamatkan? (Ams 24:11)
2. Siapakah Yesus? (Yoh 11:25)
3. Apa yang akan terjadi bila kita percaya kepada Yesus? (ayat 25-26)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Sabtu, 23 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 23 Juli 2011
“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita.” (II Timotius 1:8)
Di dalam tugasnya memberitakan Injil, Paulus sangat menyadari dan memahami tentang resiko yang harus ia tanggung, baik secara fisik maupun psikis. Hal ini terungkap di dalam beberapa suratnya. Misalnya, II Korintus 11:23-28, Filipi 1:12-14, dll.
Paulus mengharapkan muridnya, yaitu Timotius, dapat mengikuti teladannya. Rasul Paulus tidak malu di dalam memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Sebaliknya, Paulus merasa berhutang pemberitaan Injil terhadap orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar (Roma 1:14).
Sejarah mencatat bahwa Paulus juga tidak pernah takut menderita di dalam pemberitaan Injil Yesus Kristus. Mengapa bisa demikian? Karena Allah memampukannya untuk menanggung penderitaan di dalam memberitakan Injil. Kekuatan Allah itulah yang menjadi jawaban sekaligus penghiburan bagi dia di dalam memberitakan Injil.
Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan? Mungkin ada konsekuensi-konsekuensi fisik dan psikis yang akan kita alami di dalam memberitakan Injil. Namun kita percaya bahwa Allah akan memberikan kekuatan dan penghiburan-Nya.
Baca dan renungkanlah Filipi 1:12-14 dan II Timotius 1:7-8.
1. Mengapa rasul Paulus dipenjarakan? (Fil 1:13)
2. Apa yang Tuhan berikan kepada kita? (II Tim 1:7)
3. Apa yang harus kita lakukan sebagai pengikut Kristus? ( II Tim 1:8)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Di dalam tugasnya memberitakan Injil, Paulus sangat menyadari dan memahami tentang resiko yang harus ia tanggung, baik secara fisik maupun psikis. Hal ini terungkap di dalam beberapa suratnya. Misalnya, II Korintus 11:23-28, Filipi 1:12-14, dll.
Paulus mengharapkan muridnya, yaitu Timotius, dapat mengikuti teladannya. Rasul Paulus tidak malu di dalam memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Sebaliknya, Paulus merasa berhutang pemberitaan Injil terhadap orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar (Roma 1:14).
Sejarah mencatat bahwa Paulus juga tidak pernah takut menderita di dalam pemberitaan Injil Yesus Kristus. Mengapa bisa demikian? Karena Allah memampukannya untuk menanggung penderitaan di dalam memberitakan Injil. Kekuatan Allah itulah yang menjadi jawaban sekaligus penghiburan bagi dia di dalam memberitakan Injil.
Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan? Mungkin ada konsekuensi-konsekuensi fisik dan psikis yang akan kita alami di dalam memberitakan Injil. Namun kita percaya bahwa Allah akan memberikan kekuatan dan penghiburan-Nya.
Baca dan renungkanlah Filipi 1:12-14 dan II Timotius 1:7-8.
1. Mengapa rasul Paulus dipenjarakan? (Fil 1:13)
2. Apa yang Tuhan berikan kepada kita? (II Tim 1:7)
3. Apa yang harus kita lakukan sebagai pengikut Kristus? ( II Tim 1:8)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Jumat, 22 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 22Juli 2011
“Berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.” (Efesus 6:15)
Mengapa Paulus tidak mengatakan “biarlah dengan mulutmu engkau memberitakan Injil damai sejahtera”, tetapi memakai istilah “berkasutkan”? Kasut adalah alas kaki, pelindung kaki. Kasut berkaitan dengan langkah-langkah kaki kita, artinya berkaitan dengan gerak-gerik kita. Tuhan ingin agar kita memberitakan Injil damai sejahtera dalam setiap gerak-gerik kita.
Banyak orang yang hanya bisa memberitakan Injil lewat mulut, tapi pada praktiknya hidupnya tidak berpadanan dengan Injil itu. Akibatnya ia tersandung dan orang yang mendengar pemberitaannyapun ikut tersandung dan jatuh dalam sungut-sungut. Akhirnya nama Tuhan tidak dipermuliakan tetapi, sebaliknya, dipermalukan.
Ketika kita memberitakan Injil di sekeliling kita, maka pertama sekali yang dilihat orang adalah kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita berkata “didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera” sementara di tengah-tengah keluarga kita tidak ada damai sejahtera. Suami dan istri tidak pernah satu hati, sering bertengkar, bahkan bertengkar hebat sampai semua tetangga mendengar. Bagaimana mungkin kita memberitakan pertobatan kalau kita sendiri masih belum bertobat. Mari milikilah hidup yang berpadanan dengan Injil.
Baca dan renungkanlah Efesus 6:11-15
1. Apa yang harus kita kenakan untuk melawan tipu muslihat iblis? (ayat 11)
2. Siapa yang menjadi musuh kita? (ayat 12)
3. Apa yang harus dikenakan untuk memberitakan injil damai sejahtera? (ayat 15)
4. Bagaimana seharusnya hidup kita bila dihubungkan dengan Injil?(Filipi 1:27)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Mengapa Paulus tidak mengatakan “biarlah dengan mulutmu engkau memberitakan Injil damai sejahtera”, tetapi memakai istilah “berkasutkan”? Kasut adalah alas kaki, pelindung kaki. Kasut berkaitan dengan langkah-langkah kaki kita, artinya berkaitan dengan gerak-gerik kita. Tuhan ingin agar kita memberitakan Injil damai sejahtera dalam setiap gerak-gerik kita.
Banyak orang yang hanya bisa memberitakan Injil lewat mulut, tapi pada praktiknya hidupnya tidak berpadanan dengan Injil itu. Akibatnya ia tersandung dan orang yang mendengar pemberitaannyapun ikut tersandung dan jatuh dalam sungut-sungut. Akhirnya nama Tuhan tidak dipermuliakan tetapi, sebaliknya, dipermalukan.
Ketika kita memberitakan Injil di sekeliling kita, maka pertama sekali yang dilihat orang adalah kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita berkata “didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera” sementara di tengah-tengah keluarga kita tidak ada damai sejahtera. Suami dan istri tidak pernah satu hati, sering bertengkar, bahkan bertengkar hebat sampai semua tetangga mendengar. Bagaimana mungkin kita memberitakan pertobatan kalau kita sendiri masih belum bertobat. Mari milikilah hidup yang berpadanan dengan Injil.
Baca dan renungkanlah Efesus 6:11-15
1. Apa yang harus kita kenakan untuk melawan tipu muslihat iblis? (ayat 11)
2. Siapa yang menjadi musuh kita? (ayat 12)
3. Apa yang harus dikenakan untuk memberitakan injil damai sejahtera? (ayat 15)
4. Bagaimana seharusnya hidup kita bila dihubungkan dengan Injil?(Filipi 1:27)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Kamis, 21 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 21Juli 2011
"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku." (Yohanes 6:44)
Kita perlu menghilangkan mentalitas "harus memenangkan mereka". Orang tidak akan beriman kepada Kristus karena kepandaian kita "memaksa" mereka untuk percaya. Kita harus menyadari bahwa jika kita "memenangkan" seseorang untuk Kristus, ia belum tentu benar-benar diselamatkan.
D.L. Moody sedang naik kereta api ketika seorang pemabuk datang kepadanya dan berkata, "Tuan Moody, saya adalah salah seorang yang bertobat karena Anda." Moody menjawab, "Saya khawatir Anda benar, karena nampak jelas Anda bukan petobat milik Tuhan." Pemabuk itu bisa saja menerima perkataan Moody, tetapi pemabuk itu tidak menerima firman Tuhan.
Tentu saja kita masih takut gagal dan ditolak. Tidak ada perasaan yang lebih kuat di dunia ini daripada perasaan-perasaan tersebut. Namun kita harus ingat bahwa Yesus yang mereka tolak, bukan kita. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Anda, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Anda.
Keberhasilan kita bukanlah membawa seseorang kepada Kristus. Keberhasilan adalah memancarkan hidup kristiani, bersaksi tentang Injil, dan mempercayakan hasilnya kepada Allah.
Baca dan renungkanlah Kisah Para Rasul 13:4-12
1. Siapakah yang berperan aktif dalam menetapkan ladang pelayanan seseorang? (ayat 4)
2. Apakah langkah selanjutnya dari Paulus dan Barnabas? (ayat 5-6)
3. Apa yang menjadi strategi iblis dalam menghalagi Injil? (ayat 10)
4. Apa hasil dari pemberitaan Injil? (ayat 12)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Kita perlu menghilangkan mentalitas "harus memenangkan mereka". Orang tidak akan beriman kepada Kristus karena kepandaian kita "memaksa" mereka untuk percaya. Kita harus menyadari bahwa jika kita "memenangkan" seseorang untuk Kristus, ia belum tentu benar-benar diselamatkan.
D.L. Moody sedang naik kereta api ketika seorang pemabuk datang kepadanya dan berkata, "Tuan Moody, saya adalah salah seorang yang bertobat karena Anda." Moody menjawab, "Saya khawatir Anda benar, karena nampak jelas Anda bukan petobat milik Tuhan." Pemabuk itu bisa saja menerima perkataan Moody, tetapi pemabuk itu tidak menerima firman Tuhan.
Tentu saja kita masih takut gagal dan ditolak. Tidak ada perasaan yang lebih kuat di dunia ini daripada perasaan-perasaan tersebut. Namun kita harus ingat bahwa Yesus yang mereka tolak, bukan kita. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Anda, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Anda.
Keberhasilan kita bukanlah membawa seseorang kepada Kristus. Keberhasilan adalah memancarkan hidup kristiani, bersaksi tentang Injil, dan mempercayakan hasilnya kepada Allah.
Baca dan renungkanlah Kisah Para Rasul 13:4-12
1. Siapakah yang berperan aktif dalam menetapkan ladang pelayanan seseorang? (ayat 4)
2. Apakah langkah selanjutnya dari Paulus dan Barnabas? (ayat 5-6)
3. Apa yang menjadi strategi iblis dalam menghalagi Injil? (ayat 10)
4. Apa hasil dari pemberitaan Injil? (ayat 12)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Senin, 18 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 18Juli 2011
“Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang.” (I Korintus 10:32)
Orang Kristen yang terlalu eksklusif atau kaku di dalam pergaulan atau persahabatannya akan kehilangan banyak kesempatan untuk menolong orang lain memperoleh keselamatan. Sebaliknya, orang Kristen yang aktif atau kreatif menyenangkan lingkungan sekitarnya secara tepat dan benar akan menghasilkan suatu penginjilan yang sangat efektif.
Paulus dapat menjadi teladan bagi kita di dalam hubungan sosial atau bermasyarakat. Ia menyenangkan bagi banyak orang tanpa harus terlibat atau ikut-ikutan melakukan dosa. Selama tidak terlibat atau ternodai dengan dosa, apa salahnya menyenangkan orang lain? Mungkin seperti itulah kira-kira pandangan Paulus.
Kasih semestinya menyenangkan tanpa harus dicampur atau dibumbui dengan dosa. Keramahan, sopan santun, perhatian, kepedulian, memberi, menolong, memikirkan kepentingan orang lain merupakan hal-hal yang dapat menyenangkan orang lain.
Pergaulan atau persahabatan dengan orang-orang berdosa yang dijalin dengan benar dan penuh kasih yang berasal dari Allah akan menolong orang lain untuk memperoleh keselamatan. Bukankah Yesus telah melakukan hal seperti itu terhadap Zakheus, Matius Si Pemungut Cukai, Kepala Perwira Roma, dan lain-lain?
Baca dan renungkanlah I Korintus 9:19-23; 10:32-33
1. Hal apa yang harus kita hindari supaya bisa menjadi seorang pemberita injil yang efektif? (ayat 10:32)
2. Hal apa yang harus kita lakukan supaya bisa menjadi pemberita injil yang efektif? (ayat 9:19-22 dan 10:33)
SHARED BY
Bernaldy
Orang Kristen yang terlalu eksklusif atau kaku di dalam pergaulan atau persahabatannya akan kehilangan banyak kesempatan untuk menolong orang lain memperoleh keselamatan. Sebaliknya, orang Kristen yang aktif atau kreatif menyenangkan lingkungan sekitarnya secara tepat dan benar akan menghasilkan suatu penginjilan yang sangat efektif.
Paulus dapat menjadi teladan bagi kita di dalam hubungan sosial atau bermasyarakat. Ia menyenangkan bagi banyak orang tanpa harus terlibat atau ikut-ikutan melakukan dosa. Selama tidak terlibat atau ternodai dengan dosa, apa salahnya menyenangkan orang lain? Mungkin seperti itulah kira-kira pandangan Paulus.
Kasih semestinya menyenangkan tanpa harus dicampur atau dibumbui dengan dosa. Keramahan, sopan santun, perhatian, kepedulian, memberi, menolong, memikirkan kepentingan orang lain merupakan hal-hal yang dapat menyenangkan orang lain.
Pergaulan atau persahabatan dengan orang-orang berdosa yang dijalin dengan benar dan penuh kasih yang berasal dari Allah akan menolong orang lain untuk memperoleh keselamatan. Bukankah Yesus telah melakukan hal seperti itu terhadap Zakheus, Matius Si Pemungut Cukai, Kepala Perwira Roma, dan lain-lain?
Baca dan renungkanlah I Korintus 9:19-23; 10:32-33
1. Hal apa yang harus kita hindari supaya bisa menjadi seorang pemberita injil yang efektif? (ayat 10:32)
2. Hal apa yang harus kita lakukan supaya bisa menjadi pemberita injil yang efektif? (ayat 9:19-22 dan 10:33)
SHARED BY
Bernaldy
Source:
Jesus Christ
Sabtu, 16 Juli 2011
Renungan harian 16 Juli 2011-”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang”
Kel 12:37- 42,
Mzm 136:1,23-24,10-12,13-15,
Mat 12:14-21
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.
Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ”Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Renungan
Dalam kehidupan bermasyarakat, orang yang berkuasa sering diidentikkan dengan orang yang menakutkan karena bisa berbuat apa saja. Mengapa demikian? Karena orang yang mempunyai kekuasaan sering tergoda dan jatuh pada kesewenang-wenangan. Hukum bukan lagi digunakan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, tetapi disalahgunakan untuk mencari keuntungannya sendiri. Gambaran seperti ini kemudian dilekatkan pada Allah yang Mahakuasa; dengan kuasa-Nya Allah dilihat sebagai Penguasa yang kejam dan menakutkan.
Yesus menghadirkan Pribadi Allah yang sangat berbeda dengan gambaran orang saat itu. Allah adalah Penguasa yang lemah lembut, yang tetap menghendaki kebenaran, tetapi tidak menghukum orang yang bersalah atau berdosa, melainkan menyelamatkannya. Kelemah-lembutan dan kebaikan Allah itu dinyatakan dengan sabda, ”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang” (Mat. 12:20). Orang yang jatuh dalam kesalahan, tidak dibinasakan-Nya, tetapi justru direngkuh-Nya agar selamat. Kekuasaan itu dimiliki bukan untuk menindas orang demi mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, tetapi kekuasaan Ilahi adalah untuk menyelamatkan orang lain, terutama mereka yang terancam keselamatannya karena kesalahan dan dosa mereka.
Doa: Ya Tuhan, jadikanlah aku hamba-Mu yang senantiasa menghadirkan kelemah-lembutan ketika berhadapan dengan sesama dan terlebih saat melayani mereka demi kebahagiaan mereka sebagaimana Engkau telah melakukannya bagiku. Amin.
Sumber:
Rnungan Harian Parokiyakobus
Kamis, 14 Juli 2011
Bahan Saat Teduh 14Juli 2011
Amat keliru jika mengira pemberitaan Injil adalah khotbah atau memaksa orang mendengar dan mengaku percaya. Berita Injil disampaikan terlebih dahulu melalui perbuatan. Tuhan Yesus melakukannya dengan menyembuhkan dan memulihkan kehidupan orang-orang,
Kehidupan kita seharusnya memberi pengaruh yang baik dan positif bagi orang lain, baik itu melalui sikap, perbuatan dan juga perkataan. Semua perbuatan kita merupakan sarana mengabarkan Injil kepada dunia. Sudahkah kehidupan kita menjadi berkat bagi sahabat kita?
Sebagaimana Tuhan berpesan kepada Yesaya agar bangsa Israel menjadi saksi bagi-Nya, kita juga adalah Israel-israel rohani yang seharusnya menjadi saksi bagi Dia di tengah dunia ini. Kita diutus untuk memberi kesaksian mengenai Yesus yang adalah Mesias menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Jika Yesus sudah menebus kita, masihkah kita menahan diri untuk bersaksi bagi nama-Nya? Kita adalah saksi Kristus yang menghidupi anugerah-Nya dan hidup untuk membawa jiwa yang terhilang kepada Kristus lewat kehidupan kita.
Baca dan renungkanlah Yesaya 43:8-21
1. Siapakah satu-satunya juruselamat? (ayat 11)
2. Atas hal apakah kita menjadi saksi-Nya? (ayat 12)
3. Siapakah yang akan memberitakan kemasyhuran Tuhan? (ayat 21)
4. Siapkah Anda?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Kehidupan kita seharusnya memberi pengaruh yang baik dan positif bagi orang lain, baik itu melalui sikap, perbuatan dan juga perkataan. Semua perbuatan kita merupakan sarana mengabarkan Injil kepada dunia. Sudahkah kehidupan kita menjadi berkat bagi sahabat kita?
Sebagaimana Tuhan berpesan kepada Yesaya agar bangsa Israel menjadi saksi bagi-Nya, kita juga adalah Israel-israel rohani yang seharusnya menjadi saksi bagi Dia di tengah dunia ini. Kita diutus untuk memberi kesaksian mengenai Yesus yang adalah Mesias menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Jika Yesus sudah menebus kita, masihkah kita menahan diri untuk bersaksi bagi nama-Nya? Kita adalah saksi Kristus yang menghidupi anugerah-Nya dan hidup untuk membawa jiwa yang terhilang kepada Kristus lewat kehidupan kita.
Baca dan renungkanlah Yesaya 43:8-21
1. Siapakah satu-satunya juruselamat? (ayat 11)
2. Atas hal apakah kita menjadi saksi-Nya? (ayat 12)
3. Siapakah yang akan memberitakan kemasyhuran Tuhan? (ayat 21)
4. Siapkah Anda?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Selasa, 12 Juli 2011
Renungan harian 12 Juli 2011-Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya
Kel 2:1-15a,
Mzm 69:3,14,30-31,33-34,
Mat 11:20-24
Mzm 69:3,14,30-31,33-34,
Mat 11:20-24
Bacaan Injil : Mat. 11:20–24
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.”
Renungan
Tuhan Yesus adalah seorang pribadi yang lembut dan penuh kasih. Tetapi bisa juga marah waktu para pedagang menjadikan Bait Allah tempat berdagang bahkan pernyataan-Nya kadang sangat keras. Seperti dalam injil hari ini. Yesus mengecam tiga kota yang sering dikunjungi di Israel. “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Dan Kapernaum karena pada hari penghakiman tanggungan Tirus, Sidon dan Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu”. Sebab sudah lama mereka bertobat.
Mereka jatuh karena tidak setia dan melupakan Allah namun muncul suatu kesadaran diri untuk kembali kepada Allah. Allah yang setia mengasihi manusia senantiasa menerima setiap orang yang berbalik dan bertobat. Tiga kota lainnya tertutup hati menerima warta keselamatan yang ditawarkan Tuhan. Kesombongan menguasai diri mereka, walaupun banyak kali mereka bertemu dengan Yesus, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya dan menyaksikan mukjizat yang dibuat-Nya.Semua yang telah diperlihatkan Yesus tidak dapat mempengaruhi mereka.
Karena mereka merasa lebih baik dan lebih benar maka mereka tidak bertobat, hati mereka tetap tegar dan menolak warta keselamatan Tuhan. Kecaman Yesus ini pun menyadarkan kita, bahwa setiap
kesempatan kita ditawarkan untuk berjumpa dengan Yesus melalui bacaan Kitab Suci, renungan-renungan, perayaan Ekaristi, dan latihan rohani lainnya.
Sumber:
(Renungan Harian Mutiara Iman 2011, Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)
Bahan Saat Teduh 12Juli 2011
Bagi sebagian besar orang Kristen, istilah saksi dan bersaksi tentu saja bukan merupakan hal yang baru lagi. Saksi merupakan identitas kita sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus. Identitas ini membawa kita kepada satu panggilan untuk memberitakan Kristus di dalam hidup kita.
Setelah kita menerima Kristus apakah ada yang berubah dari hidup kita? Ya, bahkan berubah 180 derajat. Paulus berkata hidup yang dahulu adalah sampah tetapi satu yang dia ketahui sekarang adalah Kristus. Setelah manusia diperdamaikan dengan Allah dan menjadi umat pilihan-Nya, inilah identitas kita: Saksi hidup bagi Injil Allah!
Kita harus mewartakan Injil di mana dan apapun posisi kita. Keindahan berita sukacita ini harus tampak dalam kehidupan sehari-hari lewat cara berbicara yang penuh kehangatan, sikap yang penuh sopan, penghargaan pada orang lain, dan sikap kasih kepada semua orang. Pengabaran Injil sangatlah perlu didukung dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan berita itu sendiri. Siapkan dirimu!
Baca dan renungkanlah Yohanes 4:17-42
1. Apa kata perempuan itu dan mengapa? (ayat 17-19)
2. Lalu, apa tindakan sederhana yang dilakukan oleh perempuan itu? (ayat 28-29)
3. Dpakah Tuhan meneguhkan kesaksian perempuan itu? (ayat 39-42)
4. Lakukanlah bagian Anda seperti perempuan itu, maka Tuhan akan meneguhkannya. Mau?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Setelah kita menerima Kristus apakah ada yang berubah dari hidup kita? Ya, bahkan berubah 180 derajat. Paulus berkata hidup yang dahulu adalah sampah tetapi satu yang dia ketahui sekarang adalah Kristus. Setelah manusia diperdamaikan dengan Allah dan menjadi umat pilihan-Nya, inilah identitas kita: Saksi hidup bagi Injil Allah!
Kita harus mewartakan Injil di mana dan apapun posisi kita. Keindahan berita sukacita ini harus tampak dalam kehidupan sehari-hari lewat cara berbicara yang penuh kehangatan, sikap yang penuh sopan, penghargaan pada orang lain, dan sikap kasih kepada semua orang. Pengabaran Injil sangatlah perlu didukung dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan berita itu sendiri. Siapkan dirimu!
Baca dan renungkanlah Yohanes 4:17-42
1. Apa kata perempuan itu dan mengapa? (ayat 17-19)
2. Lalu, apa tindakan sederhana yang dilakukan oleh perempuan itu? (ayat 28-29)
3. Dpakah Tuhan meneguhkan kesaksian perempuan itu? (ayat 39-42)
4. Lakukanlah bagian Anda seperti perempuan itu, maka Tuhan akan meneguhkannya. Mau?
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Senin, 11 Juli 2011
Renungan harian 11 Juli 2011-Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku
Kel 1:8-14,22,
Mzm 124:1-3,4-6,7-8,
Mat 10:34-11:1
Mzm 124:1-3,4-6,7-8,
Mat 10:34-11:1
Bacaan Injil : Mat. 10:34–11:1
”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Renungan
Orang yang tidak mengenal Yesus melihat salib sebagai kemalangan yang menyedihkan dan harus dihindari. Salib sebagai lambang penderitaan dan kematian harus dijauhi karena menyusahkan saja. Sebaliknya, Yesus menuntut para murid-Nya untuk siap memikul salib demi sebuah nilai kehidupan. Yesus sendiri telah memberi teladan ini. Ia tidak melarikan diri dari salib-Nya. Kalau setiap penderitaan adalah kemalangan, itu berarti Yesus adalah manusia yang paling malang, karena telah menerima salib demi dosa-dosa manusia. Derita yang diterima Yesus tidak sia-sia, dan bukan kemalangan, melainkan jalan rahmat yang membawa kehidupan dan kemenagan bagi anak-anak Allah.
Kita hendaknya meneladan Yesus, berani dan ikhlas memikul salib sebagai komitmen hidup anak-anak Allah. Penderitaan dan maut merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan hidup, agar dengannya iman manusia dimurnikan dan berkembang dalam penyerahan diri kepada Allah, sebagai anak-anak Allah. Selalu ada jalan dan kekuatan bagi orang yang memiliki komitmen. Yakinlah, dibalik “kalvari” kemuliaan menanti kita.
Sumber:
Renungan Harian
Minggu, 10 Juli 2011
Renungan harian 10 Juli 2011-Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Yes 55:10-11,
Mzm 65:10abcd,10e-11,12-13,14,
Rm 8:18-23,
Mat 13:1-23
Mzm 65:10abcd,10e-11,12-13,14,
Rm 8:18-23,
Mat 13:1-23
Bacaan Injil : Mat. 13:1–9/23
Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.Kata-Nya: ”Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Renungan
Perumpamaan Yesus tentang penabur ini ditujukan untuk orang yang mendengar firman-Nya. Ada berbagai cara menerima firman Allah dan mereka menghasilkan berbagai jenis buah.
Ada pendengar berprasangka yang telah menutup pikirannya. Orang semacam ini tak dapat diajar dan buta terhadap apa yang tidak ingin didengar.
Kemudian ada pendengar yang dangkal. Mereka tidak berpikirsecara menyeluruh dan kurang mendalam. Awalnya mereka menanggapi dengan emosional, tetapi setelah itu pikiran mereka mengembara ke sesuatu yang lain.
Tipe lain dari pendengar adalah orang yang memiliki banyak minat atau keperdulian , tetapi tidak mampu untuk mendengar atau memahami apa yang benar-benar penting. Orang semacam terlalu sibuk untuk berdoa atau terlalu sibuk untuk belajar dan merenungkan firman Tuhan.
Lalu ada satu yang pikirannya terbuka. Orang semacam ini setiap saat bersedia untuk mendengarkan dan belajar. Mereka tidak sombong atau terlalu sibuk untuk belajar. Mereka mendengarkan untuk memahami. Allah memberikan anugerah kepada mereka yang haus akan firman-Nya bahwa mereka dapat mengerti kehendak-Nya dan memiliki kekuatan untuk hidup sesuai dengan itu. Apakah Anda lapar untuk firman Tuhan?
Apa yang bisa membuat kita tidak efektif atau tidak responsif terhadap firman Allah?Keasyikan dengan hal-hal lain dapat mengalihkan perhatian kita dari apa yang benar-benar penting dan bermanfaat. Dan membiarkan hati dan pikiran kita akan dikonsumsi dengan hal-hal material mudah dapat menarik kita menjauh daro harta surgawi selamanya.
Firman Allah hanya dapat berakar dalam hati reseptif yang patuh dan siap mendengar apa yang Tuhan katakan.Perumpamaan Yesus akan menerangi kita jika kita mendekati mereka dengan pikiran terbuka dan hati, siap untuk membiarkan mereka menantang kita.
Jika kita mendekati mereka dengan sikap kita sudah tahu akan jawabannya, maka kita mungkin melihat tapi tidak mengetahui, mendengarkan tetapi tidak mengerti. Firman Allah hanya dapat berakar dalam hati yang reseptif siap untuk percaya dan bersedia untuk berserah,
Apakah Anda berserah ke firman Tuhan dengan penuh kepercayaan dan ketaatan?
Sumber:
Renungan Harian
Bahan Saat Teduh 10Juli 2011
Hidup Sebagai Keluarga
Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,”
Yohanes 1:12 mengatakan bahwa kita yang percaya kepada Kristus diberi kuasa untuk menjadi anak Allah, jika kita adalah anak Allah, maka siapakah Allah? Bapa kita, bukan? Dan siapakah sesama anak-anak Allah? Saudara-saudara seiman. Hal ini menjadikan kita sebuah keluuarga besar di dalam Kristus, itulah gereja.
Ciri khas utama dari gereja adalah persekutuan kasih. Gereja bukanlah gereja tanpanya. Bahkan salah satu syarat dunia bisa menjadi percaya adalah dengan persatuan anak-anak Tuhan di dalam sebuah keluarga yang harmonis (Yohanes 17:21, 23). Setiap anak Tuhan wajib bersekutu bersama anak-anak Tuhan lainnya di sebuah gereja lokal. Di sanalah ada pengajaran, kesempatan melayani, ada nasehat, penghiburan kasih, bahkan sebuah teguran agar kehidupan kekristenan kita menjadi semakin dewasa.
Jika ada seorang anak Tuhan tidak mau bergaul dan berkumpul dengan anak-anak Tuhan lainnya maka pasti ada yang salah dengannya. Kerinduan seorang anak Tuhan adalah bersekutu bersama-sama anak Tuhan lainnya. Ciri yang paling menonjol dari persekutuan anak-anak Tuhan adalah persekutuan kasih yang membawa damai sejahtera bukan saja bagi mereka namun juga bagi orang-orang yang melihatnya. Selamat bergabung di gereja lokal dan selamat bertumbuh menjadi Kristen dewasa.
Baca dan renungkanlah Kisah Para Rasul 2:42-47
1.Dapatkah Anda melihat ciri persekutuan kasih anak-anak Tuhan? Apa sajakah itu?
2.Kapankah mereka bersekutu? (Ayat 46)
3.Bagaimana cara mereka menunjukkan sebuah tindakan kasih? (Ayat 45)
4.Sudahkah Anda bergabung di sebuah gereja lokal dengan ciri persekutuan kasih? Sudahkah Anda bergabung dengan sebuah kelompok kecil di gereja? Bergabunglah segera.
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,”
Yohanes 1:12 mengatakan bahwa kita yang percaya kepada Kristus diberi kuasa untuk menjadi anak Allah, jika kita adalah anak Allah, maka siapakah Allah? Bapa kita, bukan? Dan siapakah sesama anak-anak Allah? Saudara-saudara seiman. Hal ini menjadikan kita sebuah keluuarga besar di dalam Kristus, itulah gereja.
Ciri khas utama dari gereja adalah persekutuan kasih. Gereja bukanlah gereja tanpanya. Bahkan salah satu syarat dunia bisa menjadi percaya adalah dengan persatuan anak-anak Tuhan di dalam sebuah keluarga yang harmonis (Yohanes 17:21, 23). Setiap anak Tuhan wajib bersekutu bersama anak-anak Tuhan lainnya di sebuah gereja lokal. Di sanalah ada pengajaran, kesempatan melayani, ada nasehat, penghiburan kasih, bahkan sebuah teguran agar kehidupan kekristenan kita menjadi semakin dewasa.
Jika ada seorang anak Tuhan tidak mau bergaul dan berkumpul dengan anak-anak Tuhan lainnya maka pasti ada yang salah dengannya. Kerinduan seorang anak Tuhan adalah bersekutu bersama-sama anak Tuhan lainnya. Ciri yang paling menonjol dari persekutuan anak-anak Tuhan adalah persekutuan kasih yang membawa damai sejahtera bukan saja bagi mereka namun juga bagi orang-orang yang melihatnya. Selamat bergabung di gereja lokal dan selamat bertumbuh menjadi Kristen dewasa.
Baca dan renungkanlah Kisah Para Rasul 2:42-47
1.Dapatkah Anda melihat ciri persekutuan kasih anak-anak Tuhan? Apa sajakah itu?
2.Kapankah mereka bersekutu? (Ayat 46)
3.Bagaimana cara mereka menunjukkan sebuah tindakan kasih? (Ayat 45)
4.Sudahkah Anda bergabung di sebuah gereja lokal dengan ciri persekutuan kasih? Sudahkah Anda bergabung dengan sebuah kelompok kecil di gereja? Bergabunglah segera.
SHARED BY
Bernaldy
Source:
JESUS CHRIST
Sabtu, 09 Juli 2011
Renungan harian 9 Juli 2011- Janganlah Takut Terhadap Mereka
Kej 49:29-32, 50:15-26a,
Mzm 105:1-2,3-4,6-7,
Mat 10:24-33
Mzm 105:1-2,3-4,6-7,
Mat 10:24-33
Bacaan Injil : Mat. 10:24–33
”Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
Renungan
Yesus sebagai guru mengingatkan para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan penuh keberanian. ”Jangan takut terhadap mereka” (Mat. 10:26) mengindikasikan bahwa para murid tidak boleh takut terhadap roh kejahatan seperti yang ditegaskan dalam ayat sebelumnya, ”Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Mat. 10:1). Para murid diperintahkan untuk mengalahkan kuasa iblis, bukan untuk takut kepadanya. Para murid hanya boleh takut kepada Allah yang berkuasa atas mati dan hidupnya manusia. Yang dimaksud dengan takut kepada Allah adalah takwa dan taat pada kehendak-Nya, yang bertujuan demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.
Allah yang menguasai kehidupan adalah Allah yang menghargai kehidupan manusia itu. Para murid dan setiap kita berharga di mata-Nya melebihi ciptaan lainnya. Karena itu, Allah tidak akan membiarkan manusia hancur di tangan iblis yang mau merusak hidup manusia. Allah bahkan akan menjaga sampai setiap helaian rambut manusia dan tidak akan dibiarkan hilang sehelai pun.
Doa: Ya Tuhan Allah, aku bersyukur karena Engkau menjadikan aku berharga di mata-Mu dan Engkau tidak akan membiarkan aku dikalahkan oleh roh kejahatan. Berkatilah aku selalu agar mampu mengalahkan roh kejahatan yang akan merusak kehidupanku. Amin.
Sumber:
Renungan
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Menurut Undang-undang Hak Cipta : Pasal 1 ayat 1 : “ Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau m...
-
Kemajuan tekhnologi saat ini ternyata semakin canggih saja, termasuk dunia media penyimpanan data. Dulu sebelum kartu memori ditemukan un...
-
Palangkaraya Mall Lantai 3 Jalan Tjilik Riwut KM 1 Kalimantan Tengah Telp: (0563) 322 7221 PALANGKARAYA HTM : Rp. 25.000,- (Sabt...
-
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang...
-
Hai Brada ! kalo ada yang lagi ribet ama para sista-sista nya atau pacar-pacar nya yang super cuek bener nih ya s...

